Analisis Film "Ngeri Ngeri Sedap"

Annyeong guys, disini berdasarkan tugas mata kuliah Pengantar Pemberdayaan dan Kearifan Lokal aku bakal jelasin tentang uraian film, nilai kearifan lokal serta saran pengembangan kearifan lokal dari film yang kereeen banget.

Film yang aku pilih yaitu film " Ngeri Ngeri Sedap "

Let's go!

(Sumber : diakses dari https://twitter.com/WatchmenID/status/1531466337071276032?t=qbcqFGdhDFU1fdG2eBX9WA&s=19)

1. Uraian Film

Film Ngeri Ngeri Sedap berkisah tentang sebuah keluarga yang berasal dari suku Batak dan tinggal di daerah pinggiran Sumatra Utara yang menginginkan anak-anaknya pulang dari perantauan untuk menghadiri pesta adat. Disutradarai oleh Bene Dion Rajagukguk, film Ngeri Ngeri Sedap bergenre drama komedi. Film Ngeri Ngeri Sedap dirilis pada 2 Juni 2022 di Indonesia dan berdurasi 114 menit.

Diceritakan Pak Domu dan Mak Domu memiliki 4 orang anak, Domu, Gabe dan Sahat sedang berada di perantauan dan anak perempuannya yaitu Sarma tinggal di rumah karena harus merawat orangtuanya. Suatu ketika, Pak Domu dan Mak Domu menginginkan anak-anaknya pulang karena akan diadakannya pesta Sulang Sulang Pahompu untuk opungnya, namun mereka menolak untuk pulang dari perantauan karena berseteru dengan Pak Domu. Karena Pak Domu sudah berjanji dengan sang opung agar keluarganya bisa datang menghadiri pesta adat termasuk cucu-cucu mereka yang ada di perantauan, lalu munculah sebuah ide dari Pak Domu untuk menyuruh Mak Domu pura-pura ingin bercerai agar anak-anaknya mau pulang kampung.

Pak Domu tidak hanya melibatkan Mak Domu dalam rencananya itu, namun juga ikut melibatkan Sharma anak perempuannya. Pak Domu memohon kepada Sarma agar ikut membujuk abang mereka pulang dengan cara bercerita sambil menangis agar mereka percaya jika orang tuanya benar akan bercerai.

Domu, Gabe, dan Sahat juga memutuskan untuk pulang dan mengunjungi orang tuanya. Harapannya, mereka dapat membuat Pak Domu dan Mak Domu kembali harmonis. Namun harapan tidak sesuai harapan, Pak Domu dan Mak Domu sengaja mengulur waktu agar anak-anaknya tidak segera balik ke perantauan sebelum pesta untuk opung digelar. Banyak cara dilakukan termasuk menghindari ajakan diskusi menuju titik terang. Karena merasa Pak Domu dan Mak Domu selalu mengalihkan pembicaraan untuk diajak diskusi, maka anak-anaknya berinisiatif untuk mendatangkan orang yang omongannya akan didengar oleh kedua orangtuanya, yakni mendatangkan pendeta pernikahan mereka. Pak Domu dan Mak Domu disuruh sang pendeta untuk berdiskusi berdua. Namun bukannya berdiskusi, mereka malah menyusun rencana selanjutnya untuk menunda anak-anaknya kembali ke perantauan hingga tibalah hari pesta untuk opung mereka.

Setelah pesta selesai, dari sinilah konflik utama terjadi. Ketiga anaknya antara lain Domu, Gabe dan Sahat. Domu bekerja sebagai pegawai BUMN dan memiliki kekasih berdarah Sunda. Gabe menjadi komedian dan meninggalkan gelar sarjana hukumnya. Semenatara Sahat, memilih menetap di tempat saat ia melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Yogyakarta. Hubungan antara Pak Domu dengan ketiga anaknya itu terbilang tidak cukup harmonis lantaran sifat Pak Domu yang keras kepala, merasa benar sendiri tidak mau menerima perbedaan pendapat dan mengutamakan adat serta pandangan orang lain terhadap keluarganya. Hal itu yang membuat Domu, Gabe dan Sahat tidak mau pulang ke kampung halamannya. Ketiganya sudah tidak pulang ke rumah lebih dari tiga tahun.

Penggambaran sosok utama Sang Ayah yang diperankan oleh Pak Domu dalam film Ngeri – Ngeri Sedap seakan mewakili pandangan masyarakat selama ini dalam sistem patriarki, dimana peran laki-laki lebih dominan disbanding perempuan maupun anak dan penentukan segala keputusan dalam keluarga. Otoritas Sang Ayah sebagai kepala keluarga begitu besar, tak terimbangi oleh isteri terlebih anak-anak. Bagi semua anak Pak Domu, Pak Domu merupakan seorang ayah yang otoriter, ayah yang merasa bahwa dia paling benar dan pendapatnya harus disetujui. Namun seiring modernisasi dan perkembangan yang berkembang di masyarakat, kondisi demikian tidak lagi sepenuhnya bisa diterima. Terutama bagi anak-anaknya yang telah menempuh pendidikan tinggi.

Hingga akhirnya Mak Domu angkat bicara dan mengatakan bahwa Pak Domu terlalu keras dan selalu ingin didengarkan tanpa mau mendengarkan. Sarma pun ikut angkat bicara karena Sarma merasa banyak mengalah untuk kemauan pribadi Pak Domu. Sarma sampai harus putus dengan pacarnya karena Pak Domu tau bahwa Niel pacar Sarma adalah keturunan Jawa. Selain itu, Sarma juga diterima kuliah memasak di Bali namun dia memilih untuk mengikuti kemauan Pak Domu. Mereka kecewa dengan keputusan yang sudah Pak Domu putuskan sendiri hingga Mak Domu dan Sarma pulang kerumah orangtua Mak Domu, sedangkan Domu dan Gabe kembali ke perantauan mereka. Namun masih tersisa Sahat yang berniat menemani Pak Domu.

Kemudian Pak Domu sadar dan menyesali kesalahannya lalu Pak Domu melakukan acara adat untuk menjemput Mak Domu beserta Sarma dari rumah Opung Mak Domu. Selain itu, Pak Domu juga mengunjungi calon istri dari Domu dan mengunjungi Gabe di tempat kerjanya. Semua itu Pak Domu lakukan demi mengembalikan keutuhan keluarganya.

2. Hal Menarik

Selain yang tertulis diatas, film ini juga mengangkat aneka isu yang memiliki sangkut-paut erat dengan budaya Batak. Budaya tersebut antara lain :

1. Upacara adat Sulang-sulang pahompu

Pahompu Acara ini diselenggarakan oleh opung boru, atau ibu dari Pak Domu untuk merayakan pesta adat pernikahan sang opung yang dulunya sempat tertunda. Sebagai informasi, masyarakat Batak Toba sangat menjunjung tinggi adat istiadat dalam tradisi pernikahan. Namun karena biaya adat yang sangat besar, tidak semua pasangan mampu menyelenggarakannya.

Secara umum pengertian upacara Sulang Sulang Pahompu adalah pengukuhan upacara adat pernikahan pada etnik Batak Toba. Namun, yang membedakan upacara ini dengan upacara adat pernikahan adalah upacara Sulang Sulang Pahompu dilaksanakan setelah memiliki keturunan dan sebelumnya sudah menikah secara agama atau pemberkatan di gereja.

Upacara Mangadati/Adat Nagok belum dilaksanakan karena berbagai alasan. Tapi biasanya yang paling umum ada tiga hal. Pertama, masalah ekonomi. Kedua, saat itu ada pihak keluarga yang belum merestui. Dan yang ketiga, situasi dan kondisi keluarga. Misal, ada keluarga yang sakit sehingga harus ditunda, atau ada keluarga yang meninggal. Tapi, upacara Adat Nagok tersebut merupakan kewajiban. Jadi, jika tidak bisa dilakukan saat itu, harus diganti di masa yang akan datang dengan upacara Sulang Sulang Pahompu ini.

Adat yang belum terlaksana pun dianggap sebagai "utang adat" yang harus dilunasi jika kondisi keuangan sudah membaik, seperti yang dilakukan oleh keluarga Pak Domu.

Dalam film "Ngeri Ngeri Sedap", upacara ada sulang-sulang pahompu seolah menunjukkan keharmonisan. Bahkan, Pak Domu memberikan nominal uang paling besar untuk menyelenggarakan pesta adat ini.

2. Menikah harus sesama Suku Batak untuk meneruskan Marga

Tidak sedikit orangtua suku Batak yang mengharuskan anaknya menikah dengan perempuan atau lelaki satu suku, terutama anak sulung. Hal inilah yang menjadi pemicu konflik yang dialami Domu, sebagai anak laki-laki tertua di keluarganya. Domu yang memiliki calon istri dari suku Sunda, ditentang keras oleh bapaknya untuk menikah. Begitu pula dengan Sarma (adik perempuan Domu). Ia harus putus dengan kekasihnya yang berasal dari suku Jawa.

3. Anak laki-laki paling kecil pewaris rumah

Umumnya bagi keluarga Batak Toba, anak laki-laki paling kecil adalah yang akan mewarisi rumah sekaligus merawat orangtua. Biasanya wajib pulang ke kampung halaman setelah merantau. Misalnya Sahat, anak laki-laki paling kecil di keluarga Pak Domu ini dianggap tidak berbakti lantaran menolak untuk pulang ke rumah. Sedangkan dari sisi Sahat, diceritakan pula konflik antara ia dan Pak Domu yang timbul akibat sikap Pak Domu yang keras kepala.

4. Jangan sampai salah Martutur

Adat martarombo dilakukan untuk mengetahui silsilah urutan marga, nomor urut keluarga, dan asal muasal, maka martutur adalah kebiasaan yang kerap dilakukan orang Batak untuk menentukan panggilan. Seperti sebutan tulang pada laki-laki yang satu marga dengan ibu, dan sebutan nantulang untuk istri dari tulang. Atau namboru untuk perempuan yang satu marga dengan ayah dan amangboru yang menjadi suami dari namboru. Suku Batak Salah martutur tampak pada adegan ketika Sahat ditertawakan tamu yang datang ke pesta sulang-sulang pahompu, lantaran penyebutan panggilan yang tidak tepat. Begitu juga saat kekasih Domu berbincang dengan Pak Domu. Pak Domu langsung membenarkan cara Martutur perempuan sunda tersebut.

5. Adanya tradisi Batak jika seorang istri pulang ke rumah orang tuanya maka dianggap mengajukan perceraian dan jika ingin rujuk kembali syaratnya yaitu dijemput oleh keluarga besar. Akhirnya Pak Domu dan keluarganya menjemput Mak Domu agar setuju untuk kembali ke rumah, tetapi Mak Domu menolak, karena yang seharusnya menjemputnya bukan keluarga besar Pak Domu melainkan keluarga yang lain yaitu anak – anaknya. Pada titik ini, Pak Domu pun mulai belajar berdamai dengan situasi dan memulihkan hubungan dengan anak-anaknya agar bisa menjemput pulang Mak Domu. Satu persatu anak lelakinya didatangi Pak Domu di Tanah Jawa.

6. Makanan Khas Batak

Makanan dari tanah Batak memang lezat-lezat. Salah satu yang disorot di dalam film ini adalah Mie Gomak. Mie Gomak sendiri merupakan mie kuah kental Batak yang lezat, kenyal, dan awalnya dipersiapkan dengan cara diremas dengan tangan. Salah satu elemen yang membuat makanan suku Batak enak adalah keberadaan andaliman. Andaliman sendiri merupakan sebuah bumbu rempah unik yang hanya tumbuh di beberapa daerah di Asia. Rasanya menggigit di lidah walaupun tidak sepedas cabai. Ia kerap dijuluki merica Batak.

3. Saran

Saran untuk pengembangan eksistensi nilai-nilai kearifan lokal di era sekarang :

1. Memperhatikan dan mempelajari budaya daerah. Yaitu dengan mempelajari dan tetap menjaga kelestarian adat yang sudah ada sejak jaman leluhur. Walaupun era sekarang adat semakin luntur, namun kita harus tetap mempelajari adat tersebut.

2. Menggunakan pakaian adat, sesuai dengan acara-acara tertentu.

3. Mempelajari dan memakai bahasa daerah di lingkungan keluarga ataupun daerah asal.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Kepribadian Ganda Dalam Film Split (2017)

Kesiapan Regulator Kesehatan Untuk Mempersiapkan Ekosistem Digital Dalam Melindungi Keamanan Privasi Konsumen atau Pasien

Memandang Kasus Berdasarkan Literasi Pariwisata