Analisis Kepribadian Ganda Dalam Film Split (2017)
Analisis Terkait Kepribadian Ganda Dalam Film Berjudul Split
Annyeong!!!
Kembali di Ken's Blog, kali ini saya akan mencoba menganalisis kepribadian ganda
berdasarkan film yang berjudul Split. Sebelum menuju filmnya, saya akan
membahas tentang kepribadian ganda terlebih dahulu.
Pengantar
Kepribadian ganda adalah kondisi ketika seseorang
memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Kepribadian ganda disebut
juga gangguan identitas disosiatif. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh
pengalaman traumatis yang terjadi berulang di masa kanak-kanak.
Sigmund Freud mengemukakan kepribadian individu
merupakan suatu bentuk kerangka struktur yang mempengaruhi individu yaitu
yang terdiri atas tiga system, yaitu id (Aspek Biologis), ego(Aspek
Psikologis), dan super ego (Aspek Sosiologis), dari sistem tersebut individu
akan memiliki sikap dan perilaku disebabkan stimulus atat ketiganya itu.
Kemudian Sigmund Freud juga mengemukakan seseorang sebagian besar dipengaruhi pada alam bawah sadarnya melalui naluri dan stimulus alamiyah yang muncul dalam alam bawah sadarnya, Pikiran sadar (consius) hanya mempengaruhi seseorang 10% selebihnya Individu diengaruhi alam bawah sadarnya sebesar 90%. Dalam hal ini Sigmund Freud menggambarnya dengan fenomena Gunung Es yaitu sebagai berikut.
Analisis Film
Dalam film Split (2017) Karya M. Night Shyamalan
diceritakan seorang tokoh utama bernama Kevin Wendell Crumb (James McAvoy)
memiliki kepribadian ganda hingga 24 kepribadian. Berdasarkan film yang aku
tonton, kepribadian ganda milik Kevin muncul akibat pengalaman traumatis masa
kecil Kevin yakni kehilangan ayahnya dalam tragedi mengerikan kecelakaan kereta
api. Tidak hanya sampai disitu, namun ada faktor lain yang menyebabkan Kevin
mengalami kepribadian ganda yakni perlakuan kekerasan fisik dan psikis yang
dilakukan oleh ibu Kevin. Kevin kecil mengalami trauma yang mengerikan hingga
menyebabkan dia membentuk sebuah pola pikir untuk melindungi dirinya hingga
menghadirkan kepribadian ganda tersebut.
Tidak semua karakter pribadi ganda milik Kevin
ditampilkan dalam film ini. hanya beberapa seperti Denis dengan karakter bersih
dan rapi namun punya obsesi untuk menculik perempuan dan melihat perempuan itu
menari telanjang didepannya. Ada Patricia sosok perempuan yang lembut dan keibuan
namun memiliki gangguan OCD (Obsessive compulsive disorder). Kemudian ada Barry
si pengendali utama seluruh kepribadian Kevin. Barry yang bisa mengendalikan
semua karakter dalam diri Kevin dan juga berusaha menjaga Kevin. Lalu ada
Hetwigg yang digambarkan seorang anak kecil berusia 9 tahun yang pikirannya
dikendalikan oleh ketakutan terhadap sosok Patricia dan Denis. Ada Jade, sosok
wanita pengidap diabetes yang harus rutin melakukan suntik insulin pada
tubuhnya. Lalu ada Orwell sosok pintar dan ahli sejarah dan ada kepribadian
baru yang berhasil ditampilkan menjadi kepribadian ke-24 yakni The Beast.
Kevin menyadari adanya kepribadian ganda dalam dirinya
dan ia melakukan terapi dari psikiater dan lama-kelamaan 23 kepribadian Kevin
berjalan dengan seimbang. Meski sudah terapi, tetap saja kepribadiannya tidak
dapat dikendalikan. Kevin menculik tiga orang remaja bernama Casey Cooke (Anya
Taylor-Joy), Claire Benoit (Jessica Sula), dan Marcia (Haley Lu Richardson) di
parkiran mobil. Lalu, ketiga remaja itu disekap di ruangan bawah tanah yang
tidak jelas lokasinya.
Rupanya, ada 3 kepribadian Kevin, yakni Dennis,
Patricia, dan Hedwig yang telah merencanakan aksi penculikan tersebut. Tiga
kepribadian tersebut membentuk tim dalam diri Kevin yang diberi nama The Horde.
Dimana karakter The Horde yang melancarkan aksinya untuk menculik tiga orang
remaja tersebut.
Tujuan The Horde menculik tiga orang remaja itu untuk
menghidupkan kepribadian Kevin yang ke-24, The Beast. Usai The Beast muncul,
maka ketiga remaja itu akan ditumbalkan, karena The Beast merupakan seorang
kanibal. Kepribadian ini benar-benar menyeramkan dan buas.
Gangguan mental yang dimiliki oleh tokoh utama dalam
cerita tersebut masih awam di kalangan masyarakat, karena pada dasarnya orang
dengan kepribadian ganda memiliki kekurangan dalam memori, emosi, dan rasa.
Dalam kasus ini, Kevin memiliki gangguan mental DID (dissociative identity
disorder) yang diakibatkan oleh pola asuh orang tua, yang berdampak pada
kepribadian dan kesehatan mental seorang anak.
Pendekatan
Dalam analisi ini saya akan menggunakan pendekatan
Psikoanalisa oleh Sigmund Freud.
Masa kanak-kanak memegang peranan penting dalam
pembentukan karakter dan kepribadian seseorang.
Sigmund Freud, melaui teori Psikoanalisa miliknya, mengungkapkan saat
seseorang mengalami kejadian buruk,
pengalaman tersebut akan ditekan ke alam bawah sadar. Saat seseorang
benar-benar tidak bisa menerima suatu
kejadian, maka ia akan menciptakan sosok pribadi lain dari dalam dirinya
sebagai mekanisme pertahanan diri. Kepribadian-kepribadian baru akan terus
muncul jika ada peristiwa yang tidak dapat diatasi.
Menurut Teori Psikoanalisa oleh Sigmund Freud, trauma
pada masa kanak-kanak adalah kejadian paling berpeluang mengakibatkan gangguan
kepribadian seseorang. Pada masa kanak-kanak itulah kepribadian mulai
berkembang dan terbentuk. Saat terjadi pengalaman buruk, pengalaman-pengalaman
tersebut sebisa mungkin akan di tekan (repress) ke dalam alam bawah sadar.
Namun ada beberapa kejadian yang benar-benar tidak bisa ditangani oleh
penderita termasuk fungsi kerja, aktivitas dan relasi sosial sehingga
memaksanya untuk menciptakan sosok pribadi lainnya yang mampu menghadapi
situasi itu. Hal ini merupakan mekanisme pertahanan diri, suatu sistem yang
terbentuk saat seseorang tidak bisa menghadapi sebuah kecemasan yang luar
biasa. Kepribadian-kepribadian baru akan terus muncul apabila terjadi lagi
suatu peristiwa yang tidak bisa teratasi . Munculnya kepribadian-kepribadian
itu tergantung pada situasi yang dihadapi. Kepribadian aslinya cenderung tidak
mengetahui keberadaan kepribadian lainnya, karena memang hal itu yang
diinginkan, yaitu melupakan hal-hal yang telah diambil alih oleh kepribadian
lainnya.
Selain melalui pendekatan ini, solusi yang bisa
dilakukan dalam penanganan kasus kepribadian ganda yakni dilakukan dengan
psikoterapi dan hypnosis. Melalui
hypnosis, terapis akan mengungkap semua kepribadian yang terdapat dalam
diri penderita. Proses ini berlangsung dengan menghipnosis individu untuk dapat
menerima dan bersatu dengan kepribadian lainnya. Pada tahap ini, penderita
dapat merasakan semua hal-hal yang dialami kepribadian lainnya, seperti
perasaan takut, disakiti, dilecehkan.
Dalam kasus tertentu, diperlukan bantuan medis, seperti obat-obatan anti
depresan dan anti psikotik untuk mempertahankan pikiran dan perasaan penderita
dalam kondisi normal.


.jpg)
Komentar
Posting Komentar