Fenomena sosial 4 Tipe Manusia

Pengertian Ilmu dan Pengetahuan 

Ilmu : tidak terlalu menghiraukan kegunaan (hanya rasa ingin tahu, akan sesuatu yang belum pernah didapatkan).

Dalam proses mencari tahu manusia menggunakan Panca Indera

Pengetahuan : biasa disebut ilmu karena menghasilkan manfaat/kegunaan.


Ilmu pada dasarnya merupakan pengetahuan tentang sesuatu hal atau fenomena baik menyangkut alam atau sosial (kehidupan masyarakat) yang diperoleh manusia melalui proses berpikir.


Ciri-ciri ilmu:

Ilmu harus merupakan suatu pengetahuan yang didasari pada logika

Ilmu harus terorganisasikan secara sistematis

Ilmu harus berlaku umum


Beberapa syarat pengetahuan disebut sebagai ilmu

Objektif : harus memiliki objek kajian

Metodis : memiliki cara untuk mencari kebenaran

Sistematis : terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem

Universal kebenaran yang hendak dicapai bersifat umum


Tujuan manusia mencari ilmu :

Menjadi sumber dalam penggolongan ilmu yaitu ilmu teoritis dan ilmu praktis.

Ilmu teoritis (ilmu murni) manusia mengidentifikasikan ilmu yang diperoleh hanya untuk ilmu saja (fisika, biologi, kimia, ekonomi, geologi)

Ilmu praktis (ilmu terapan) manusia berpikir bagaimana menggunakan ilmu teoritis yang diketahuinya untuk menyempurnakan hidupnya (jurnalistik, kedokteran, pertanian, teknik)


Persamaan ilmu teoritis (ilmu murni) dengan ilmu praktis (ilmu terapan):

Kedua ilmu tersebut harus memiliki dan memenuhi syarat sebuah ilmu (memiliki objek kajian).

Persamaan ilmu teoritis (ilmu murni) dengan ilmu praktis (ilmu terapan):

Ilmu teoritis (ilmu murni) adalah kajian yang memandang ke belakang memikirkan keadaan dan masalah-masalah yang sudah berlaku dengan menyatakan hubungan sebab-akibat..

Ilmu praktis (ilmu terapan) yakni memandang ke depan dengan menggunakan ilmu yang ada untuk menemukan jalan baru yang harus dihadapi untuk mencapai suatu perbaikan bagi sebuah keadaan dan syarat hidup yang lebih.


Ilmu komunikasi sebagai ilmu teoritis (ilmu murni) bertujuan untuk mempelajari usaha manusia dalam menyampaikan isi pernyataannya kepada manusia lainnya (mencari kebenaran)

Ilmu komunikasi sebagai ilmu praktis (ilmu terapan) mempelajari penggunaan Ilmu Komunikasi teoritis (untuk mencapai beberapa tujuan hidup).

Ilmu Komunikasi (ilmu teoritis): jurnalistik, periklanan, Hubungan Masyarakat, retorika, propaganda, dan lain sebagainya (ilmu praktis)


Lahirnya ilmu komunikasi dari ilmu pengetahuan

Peran manusia sebagai makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan manusia lainnya

Manusia berusaha Membangun hubungan dengan manusia lainnya melalui pernyataan yang didasari oleh pengetahuan sehingga menimbulkan sebab akibat


Syarat ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan

Objektivitas: penyesuaian antara tahu dengan objeknya

Bersistem: objek tersusun dalam satu rangkaian sebab-akibat yang tersusun secara sistematis

Metodis: merupakan cara kerja ilmiah


Objek kajian ilmu komunikasi:

Objek material: objek dari mana ilmu dalam suatu bidang yang sama dia

Objek formal: sudut dari mana objek material Ibu dikaji secara lebih spesifik


Ada tiga unsur yang menjadi objek kajian ilmu komunikasi

Usaha

Penyampaian pesan

Antarmanusia


Empat tipe manusia :

Manusia yang tahu bahwa ia tahu

Manusia yang tahu bahwa ia tidak tahu

Manusia yang tidak tahu bahwa ia tahu

Manusia yang tidak tahu bahwa ia tidak tahu


Menurut Mochammad Ali dalam bukunya TAHU DAN PENGETAHUAN  mengelompokkan manusia menjadi 4 kelompok, yaitu:

Tahu di Tahunya, yaitu orang yang tahu bahwa dirinya itu tahu. Ciri dari kelompok ini adalah biasanya rendah hati sesuai dengan motto ilmu padi yang semakin berisi semakin menunduk

Tahu di tidak tahunya, yaitu orang yang tahu bahwa dia tidak tahu. Ciri dari kelompok ini adalah suka bertanya untuk mendapatkan tambahan pengetahuan bukan ngetes/nguji kemampuan orang lain.

Tidak tahu di tahunya, yaitu orang yang tidak tahu bahwa dirinya tahu. Ciri dari kelompok ini sering membuat kejutan sekaligus sering terkejut ketika berprestasi (melihat hasil ujian mendapat nilai A atau B. Komentar yang sering kita dengar "kok bisa ya...")

Tidak tahu di tidak tahunya, yaitu orang yang tidak tahu kalau dirinya tidak tahu. Cirinya antara lain suka bertindak semaunya sendiri, bingung mau bertanya apa.., tidak bisa mengenali masalah.., tidak tahu harus bicara apa...


Contoh fenomena social yang terjadi pada tipe pertama yaitu :

Tipe mahasiswa yang sebenarnya tahu bahwa dia tahu, namun karena dia rendah diri dia tidak au terlalu berteriak bahwa dia tahu.

Contoh fenomena social tipe yang kedua yaitu :

Mahasiswa yang dia tahu bahwa dia tidak tahu dan dia berusaha tahu dengan sering bertanya kepaa dosennya tentang apa yang dia tidak ketahui

Contoh fenomena social tipe yang ketiga yaitu :

Mahasiswa yang dia tidak tahu bahwa dia tahu dan biasanya terjadi disaat mengerjakan sebuah quiz atau ujian yang di selenggarakan dan dia mendapatkan yang tidak dia sangka akan bagus karena dia tidak tahu bahwa dia tahu

Contoh fenomea social tipe yang keempat yaitu :

Mahasiswa yang tidak tahu bahwa dia tidak tahu jadi dia cenderung tidak mengenali dirinya dan dia tidak tahu harus menanyakan apa danharus memberikan jawaban apa, lebih singkatnya dia tidak mengetahui keadaan dirinya sendiri.



Sumber:https://www.kompasiana.com/mintadi/55201b0fa333118343b65b91/kelompokkelompok-manusia-berdasarkan-pengetahuannya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Kepribadian Ganda Dalam Film Split (2017)

Kesiapan Regulator Kesehatan Untuk Mempersiapkan Ekosistem Digital Dalam Melindungi Keamanan Privasi Konsumen atau Pasien

Memandang Kasus Berdasarkan Literasi Pariwisata